Jumat, 19 November 2010

JIWA YANG TERPASUNG ( Jeritan Wanita Yang Tertipu )



Arjuna panahlah hatiku bunuhlah jiwaku agar raga ini bermain dalam terbang awan jingga
Bangunkan bukit kita berdiri menantang asmara pejuang



Raga ini terpisah dari cengkraman Arjuna ketangan Arwana pencuri harta dan bukan cinta
Kuingin selamanya berada disampingmu Berdua sampai akhir ajalku


Kijang emas tanyakan pada dirinya mengapa aku tak dapat melupakanya
Apa karena aku wanita yang mudah tercambuk asmara cinta



Datanglah badai Datanglah kekasih Materi sesak dihati
Perjuangan ini lelah racun hutan belantara berteriak lacur dusta
Mengapa cinta ini derita air mata ... apakah kau sudah buta hai cinta



Kuhancurkan puing - puing celaku hanya untukmu
Karena aku wanita perlu cinta
Katakanlah jiwa yang tertawan  
Apa ini sudah gila apa aku sudah tertawan tuan
Cintaku disakiti..hatiku terjual jiwa ini sudah tak berhargakeluarlah sanubari..
keluarlah jiwa mari kita bertarung
berebut kesadaran dan cita-cita jiwa

Karena aku wanita perlu cinta

permainan malam menjadi gila karena kamu realita malam mengapa kau terdiam..
katakanlah lelaki malam mengapa kau bercinta namun berdusta
pedang duadalam kisah wanita tak bertulang yang berbeban 
aku yang termenung sepi mengharap pagi
dalam cerita berbagi derita tanpa cinta
berselimut kening dan duka akan masa depan
Dan aku perlu suakaMu ya Tuhan
wahai jendela bumi yang runtuh dalam guyuran hujan
disini penyanga tiang besi rapuh berkarat dimakan garam 
jiwa ini seakan terbelah diantara lautan
jiwa ini seakan bermain melompat bersama hamparan tanah yang gelisah
bangunkanlah semesta berlari bersama gulungan ombak samudera



biarlah hatiku mencari ketenangan
badai lautan iman menari bersama
dalam tangan pencari surga kumerasa aman bersamaMU