Jumat, 22 Oktober 2010

Selasa, 19 Oktober 2010

( RACUN DUSTA )PUJANGGA TINGKAT TINGGI .. Karya : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )





Wahai 
engkau 
keturunan 
benih yang terdiam
benih yang tak menghasilkan
Yang berdusta akan kata
Dimana sengatmu
Saat ku Terdiam
Dalam balutan kain selendang putih




Dalam balada terdiam

Wajah sayu itu melihat layu Dalam pasungan orang tahanan
 


Wajah pilu sembari terdiam membisu 

Binggung

Piring berpingan sayur dan tanggisan
Meraut muka menampar penguasa malam berpesta pora





Melihat dalam doa akan aib dan noda cela sandiwara realita mengema
Dalam bisikan hitam 
 




Seniman melukisan kisah dunia maya dan keabadiaan
Berjalan menyongsong rembulan yang padam dalam pelukan
Menari dalam balutan kegembiraan matahari
menyambut sang penguasa pagi menyapa dalam nyanyian bersahutan




Kering sudah tangisan muara sungaiku , menampar saudara bernyanyi dialam kota ini
Engkau yang terdiam dalam bukit barisan
Terjal dalam pelarian
Mengusap dalam genderang kata
Berperang dalam kata
Berdebat Racun Dusta Sang Gurita





PUJANGGA TINGKAT TINGGI ( PAPUA LOVE IN PEACE )





Wahai racun kata yang berkata dalam relung jiwa
marilah kita bermain dalam tulang kering
bersenda gurau dalam mata yang terpana akan makna kepedihan
memeluk langit bidang keangkuhan anak gunung runtuhan bukit menanggis



Didalam samudera mereka berseru kata perdamaian menari dalam melodi alam
Raungan Jiwa memanggil matahari agar berhenti menghiasi puisi


Alam kembali berteriak papua dalam gengaman fatamorgana cinta pujangga mengais kata

sebilah pedang bermain dalam kepuasan darah yang bernyanyi..
memetik jemari besi mencium sang bidadari..
terbang hengkang tulangku berserakan..
...diantara cahaya malam dan kepalsuan tidur panjang..
 

 

barapen ipar bersaudara
tajam belati pangeran didalam merangkai kata rayuan sandiwara seribu pencinta..
senyummu wahai bidadari tersusun kembali..

mari kita berlari bersama pangeran kayangan berdasi kan kuukir mesra untukmu papua love in peace tuk bersama

 

 

 

hitam manis penuh kelembutan
papua kita penuh keromantisan..

Dalam adat bersalam menyambut
keriting rambut tanda sayang berjumpa dalam kerinduan..
...pelangi terindah diujung indonesia yang selalu kurindukan..
terdiam tanpa banyak bicara dinding anak negeri tak berdasi..




wahai pesona yang telah padam dimana letak mutiara itu kau simpan
senyum manisku mengoyahkan senyum negara..
papuaku kucinta damai mu pesona tanah yang kupijak..
papua getaran yang menyilaukan setiap mata
i love papua

Tulangku pu tersambung kembali dalam pekatnya matahari tersenyum

Hutanku pun menari memanja bersama pujangga ku tersenyum kembali

 

 

 

 


Jumat, 15 Oktober 2010

ANAK TERLANTAR


 

wahai nafsu birahi

yang bergejolak katakanlah..
apa yang kau hasilkan

dari perjalanan cintamu..
anak harapan itu....

 

 

 

kau injak tak bercita-cita lagi..
...apa kebrutalan jalan...kesengajaan & perekonomian bangsa kita menjadi satu kebiasaan..
MENGAPA ENGKAU TERDIAM
..

 


derita anak terlantar mengapa kau hasilkan..
bualanmu seakan menjadi untuk ratapan NEGERI..
para penyindir dan Raja pun berdiam dalam hari yang kejam

 

 

penyelimut dingin yang kepanasan dalam debu jalanan 
menyendiri pemburu bermata liar beraksi meminta belas kasihan
air mata mereka telah musnah didalam raungan kota
mereka tertimbun kesombongan kita..



Rabu, 13 Oktober 2010

BALADO CINTA






engkaulah bumbu
aroma masakan yang hadir dipesonaku
dalam kuali asmara kita berpadu menjadi satu asmaramu dan asmaraku




rasa manis,gurih,pedas,nikmat berbaur didalam menjadi satu


pesona jiwaku ..
pesona basah saat rasa hangat menyentuh kalbuku


hidangan dalam porsi asmaraku sajian piring lengkap dalam kehidupanku






wahai cinta yang mengenyangkanku

saat kau hadir lupakan kepahitan masa lalu
yang terasa indah menyentuh dinding asmara ini

dalam balado cinta berpadu


berjalan bersama berpeluk dalam keindahan dunia menikmati rasa cinta semeja saling menyentuh






wahai balado cintaku


rasa manis asmaramu menyegarkan dahaga dan laparku

wahai balado cintaku


cintaku pedasnya asmaramu menjadi semangat dalam keseharianku
rasa gurihmu membuatku selalu tambah dan tak pernah puas untuk mencintaimu





pesona jiwaku ..pesona basah saat rasa hangat menyentuh kalbuku


hidangan dalam porsi asmaraku
kasih peluk lah diriku dan jangan pernah kau lepaskan diriku

mari bersatu kita menjadi balado cinta
selezat itulah cinta padamu..engkaulah bumbu segar yang selalu kurindukan


TRANSFUSI CINTA














badanku membujur kaku habislah darah asmaraku didalam jiwa
dalam kamar ku termangu melihat bayangan
dalam senyummu
kasih cintaku kini telah kering
wahai perawat cintaku periksalah hatiku



adakah darahku mengalir deras
apakah sudah kering rasa cintamu padaku
rasa rinduku





bagai irama asmara memburu pemburu..

jiwaku sakit akan cintamu..
hadirlah dalam tidurku..






suntikanlah vitamin pada pikiranku bahwa ku cinta padamu

..
berilah nafas buatan tak kala cintaku mulai padam mengembara

..





usaplah sayangku tak kala obat asmaramu kau belai mesra dihatiku..

air cintamu mengalir itu infus cinta yang menghangatkanku..
dekap aku

..
aku cinta kamu







kasih hadirlah kembali
obati luka lamaku akan cinta yang telah pergi
kita bermanja dalam selimut kedinginanku dalam menunggumu











transfusilah darah asmaraku dengan cintamu
sayang adakah kau merasakan hal itu
Obati rasa rinduku padamu
.....
Bidadari itu telah menunggu dalam detak jantungku






ingatlah dan basahi aku dengan alkohol cintamu

Rindu ku tertahan dalam darahku
biarlah ku mabuk dalam asmara kita
Rasa cintaku dan cintamu dimabuk asmara sang waktu yang menunggu


Bersamamu bahagia ku terobati
Transfusi Cintamu memberiku Nafas Gairah terindah






COBRA SWEAT MATOA IN ROMANTIC









Selasa, 12 Oktober 2010

PUING-PUING KEHANCURAN..cerita bersambung (story of Gana - karya Cobra Sweat Matoa )








Hutan mempunyai cerita dalam penantian..ditengah hutan tinggalah sepasang suami-istri dan seorang anak gadis bernama Kisar Putri ..


didalam raungan mesin pemotong pohon hutan belantara jauh dari kota dan penuh hamparan lautan yang membentang .. Jackobus Mangu dan Herna Rolo keseharian bercocok tanam dan berburu dengan perangkat seadanya .. sore itu jack berniat untuk berburu karena sang istri dan putri Kisar berharap kepadanya..langkah gembira penuh semangat terbesit bayangan seekor rusa ada digengaman tangan..tak terasa penantian dalam mencari mangsa tak kunjung datang..sehingga berbunyi perut jack terasa lapar..diambilnya keladi hutan kemudian dibakarnya untuk menganjal rasa lapar didalam menunggu buruan yang tak kunjung datang.ditengah hutan yang membentang ketegaran jack pun bersabar..dalam menunggu itu jack pun tertidur ..bising jangkrik,katak dan binatang hutan tak dihiraukan jack dalam tidurnya..hingga beranjak pagi pun jack masih terlelap..tidunya pun terganggu tak kala seekor ular pyton memakan ayam hutan .. teriakan ayam hutan ini yang menyadarkan jack..dengan cekatan mata pemburu jack menebas ular untuk dibawa pulang..


Pagi itu terasa segar dengan memikul buruan berat dalam karung Jackobus Manggu pun berjalan riang kegubuk penantiaan anak dan istri tersayangnya..sesampainya digubuk Jack mendapati kosong tak berpenghuni..Jack " herna...Kisar ayah pulang sayang dimana kalian..ayah bawa daging buruan segar ini..Herna istriku dimana kalian...dengan menaruh karung buruan Jack pun berlari keladang...uff aku pikir kalian dimana dengan memeluk istrinya Jack berbisik "sayang kita makan daging ular enak yoo kita pesta sayang"


dengan senangnya Kisar Putri pun membantu ibu membersihkan dan memotong daging buruan dan ayah pun bertugas mencari kayu bakar tak jauh dari ladang tempat tinggalnya..

Riang gembira tak terhingga diraut wajah mereka..perapian kayu pun disiapkan dengan ubi daun pepaya diolah dalam belanga dengan bumbu seadanya..riang canda keluarga Jack bersenda gurau dalam pengasapan..sambil menunggu Putri bernyanyi..


setelah menunggu beberapa saat buruan itu pun siap disantap dengan seadanya..mmm enak yah tegur sang buah hati...makan yang banyak ya sayang nanti kita kekota membeli bahan dan sesuatu yang kita butuhkan..iy deh ayah..


sore harinya Jack pun mempersiapkan sayur dan buah bahkan ubi-ubian untuk dijual juga sekarung ikan asar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Keesokan harinya dipagi harinya Jack membangunkan istri dan anaknya...sayang ayooo bangun kita kan mau kekota..dengan semangat dipagi buta Keluarga ini pun melangkah ke ditepi pantai yang tak jauh dari rumahnya..dengan berjalan memikul beban berat dalam karung Jack dan keluarganya menanti kapal boat yang biasa dipakai masyarakat kekota dengan ongkos15 ribu atau senilai 5 buah ubi per orang mereka pun berangkat kekota tujuan untuk berdagang .. sesampainya dikota merekapun bergegas kepasar terdekat kira2 jam 8 pagi..suasana perdagangan pun terlihat dalam pasar sabtu yang memang digelar sabtu pagi hingga sore hari.. 1 ekor ikan asap dijual jack 25 ribu rupiah dengan raut ceriah Kisar membantu ayahnya berjualan .. tak terasa matahari pun semakin menyengat dibadan kira-kira jam 13:00 dagangan mereka pun habis tersisa 2 ekor cakalan asap saja..mereka pun berjalan Jack bertanya kepada Putri kesayanganya..sayang kita belanja yuk..dengan senyum memegang tangan istri Jack pun mengajak makan dikedai warung bakso..


Kisar Putri yang terbelakang dari pendidikan tak meminta apa-apa kepada orang tuanya..dengan uang 543 ribu hasil penjualan dibelikan kebutuhan hingga mencapai 200 ribuan ..dalam perjalanan pulang mereka pun terdiam penuh lelah .. sesampainya dipulau kesayangan Jack pun memasuki gubuknya..keluarga bahagia ini hidup dalam ketidak berdayaan jaman modern..dengan beralaskan anyaman daun pandan yang dibuat tikar mereka pun tertidur pulas dari aktifitas yang melelahkan..


dalam belantara hutan dan suku mereka tinggal sederhana jarak antara kios dengan gubuk mereka pun jau sekitar 1 jam perjalanan kaki..tak ada lampu yang ada hanya pelita yang diisi campuran minyak goreng dan minyak tanah sebagai penerangan mereka









cerita bersambung













DINDING PEMISAH...Kolaborasi : Cobra Sweat Matoa Pujangga & Karinada Dewi

  


Cobra Sweat Matoa Pujangga :

Mana pelanggi yang kupinjamkan kepadamu
Apakah telah kau padamkan dalam asmaramu
Apa cemburu itu menghantuimu

  Karinanda Dewi :

Pekatnya malam semakin mencekik uluh hati
Menusuk bagai jarum jahit yang kecil
Namun sangat tajam kedalam sanubari..apa .. mana



  Cobra Sweat Matoa Pujangga :

seindah lukisan asmara yang dulu telah kupeluk kubuai dalam rindu..
kumanja dalam cinta bermesra mengapai surga kita berdua
apa telah kau gadaikan asmaraku sang pemuja bercinta

  Karinanda Dewi :

Harapan semakin menumpuk akan asmara sang pemuja
Dalam impian ini kepadamu asmara belaian mesra
Seakan-akan melahapku dengan sejuta kelembutan
Namun mengiris-iris imajinasi cinta



   Cobra Sweat Matoa Pujangga :

Pohon yang bertunas merindukan kesegaran cinta embun yang berkasih mesra
Apakah kau merasakan hal itu wahai asmara yang berguguran tertutup dedaunan kering

   Karinanda Dewi :

Dalam sujudku meminta kepadamu
Berilah ku malaikat penyejuk dipanas terik 
Yang dapat menerangi diwaktu gelap apakah engkau sanggup mewarnai hidupku


   
Cobra Sweat Matoa Pujangga :

Burung Darah yang patah sayapnya apaka sanggup terbang kembali
Mengapa

   Karinanda Dewi :

Namun kau cabik jiwa dan ragaku bagai tersayat pisau pemotong daging yang tajam kau hunus diriku dalam asmaramu


  
Cobra Sweat Matoa Pujangga :

Kasih dinding ini telah retak dalam kisah cinta mesra
Biarlah waktu yang sanggup berbicara tentang kita


Karinanda Dewi

Harapanku tinggalah cerita dan kenangan manja bersamamu
aku hanya bisa pergi bersama angin yang membawaku terbang yang mendayu dalam dekapan manja



Cobra Sweat Matoa Pujangga & Karinanda Dewi 

Cinta dekatlah biarlah kita berpisah antara waktu
Kan kupeluk engkau nanti dalam hayalan penantianku



Kasih Ingatlah dan kenanglah asmara kita hingga waktu kita dapat bersama lagi kaulah kenangan yang terindah dalam masa



 

GRANAT CINTA






wahai pasukan yang menyerang jiwa.. laksana pembawa nikmat pada asmara.. beri tahukan kepadaku..apa ciumanmu membuatku jatuh kepelukanmu..




...laskar cinta apakah aku memuja..apakah puja itu membekas didada.. berondonglah aku dengan peluru asmaramu..


nyanyikanlah asmara serangan fajar pada cemburumu kugapai bersama berdua dalam granat cinta dihati.. semakin dinanti..semakin menyentuh hati akankah engkau kumiliki.. erat tanganku belai mesra..
sayangku indahnya ledakan cintamumembasahi dinding hatiku


Cinta dalam granat yang membuatku terdiam membisu.. adakah kau ingin menikmati malam yang syadu..



mengapai bujuk rayu mengapai langit ketujuh.. ...berdua berlabuh menikmati ledakan asmara..



katakanlah wahai granat cinta .. apa kah hanya dirimu yang kusuka.. mari cinta meledaklah dalam cinta agar aku pun bisa bahagiamenikmati sehidup semati 
 
 

Minggu, 10 Oktober 2010

KABUT CINTA VS KECAPI JIWA

awan itu telah kembali dalam bayangan cermin kekasih..
kuhampiri dalam dekapan mimpi yang tak nyata
berdua memeluk mengapai kemesraan yang indah..
...apa itu sayang yang menghampiriku dalam kegelisahan..
menciumku dalam kelabu awan kelam
..yaa..apa itu sayang..aku tak mengerti..apa arti hadirmu dalam hidupku..
kecupan itu tak semanis dulu
berlayar dalam badai awan kelabu
kasihku berkabut lagi

sentuhlah .. gapailah kesegaran terindah mengapai surga..
bergema irama melodi kecapi jiwa..
bersuka ria menari bersama petik merdu kecapi ditangan pemain..
...dawai alunkan kesejukan dalam duka..tepis kerudung berkerut dalam muka..
memerah memembekas berlimpah akan air surga dalam kesejukan irama kecapi jiwa..

 

Sabtu, 09 Oktober 2010

PUING-PUING KEHANCURAN...THE STORY OF GANA




suara itu terdiam dalam lamunan...
kuukirkan kata dalam sairku dan kuterdiam seribu bahasa..
kusematkan keindahanya dalam keabadian kata..
terasa hampa namun itu apa mau dikata...




tajamnya mata menekan bathin dan jiwa
derita itu berakhir dalam tidur keabadian yang indah..
asmara bergandeng dalam melodi surga menanti..
irama terindah yang lupa akan kepedihan..

 
 
 
 
gana berkabut redam memilu menjerit terkapar dalam debu
dalam senyum memandang tangis meratap disamping jenasah tak bertulang..
terdiam menatap tak berarah..
pujangga pun berlinang air mata dalam pena merisau remuk telah tiada..
tergeletak tak berdaya dalam ombak bualan singga belantara..


budak berkerut memerah merintih tali cemeti..
tanggis bersambut mata sayu dalam kehancuran..
wajah sombong bercerita puing berserakan..
tertiup gana dalam pencarian..



 kehancuran berdarah menyambarku semburat kulihat ratap tanggis

berdarah bersembunyi dalam senjata pemangsa

tulang yang berselimut kulit itu menggigil dalam siksaan..
meredam diri dan menunggu ajal penantian..
puing ku hancur berantakan ..
selimuti kegelisahan

 

 

Kamis, 07 Oktober 2010

BELUM ADA JUDUL ( THE SCREAT OF LIFE COBRA IN ADVENTURE )



Akulah Cobra Sweat Matoa 
terlahir di Surabaya 
menjelang mentari pagi
menjelajah dialam rimba 
sampai ke Pelosok Ujung belantara Papua


Cobra Sweat Matoa  itulah aku
Diriku bukan manusia sempurna..cinta dan kelembutan 
belaian roman itulah cobra..sinar bercahaya menerangi hati dan penuh kelembutan



katakanlah wahai kata yang diam seribu bahasa
apakah maknamu bisa bermakna tanpa kata
apakah nilai kiasan kata itu dalam kamus sang pujangga..
bisakah warna itu terlihat indah 

jika warna itu sendiri tampak memudar
wahai alam tersiar dedaunan Liar
...Jayapura yang penuh pesona
beserakan Karena Cinta Tertiup angin dibelantara hutan sampai kepenjuru surabaya Dan jakarta seakan menyentuh dan mendapatkan kekasih bayangan sebagai pupuk bagi tanah gersang dan tanaman organik




pesona semerbak ramai kota dalam gaya
ya indah mempesona memikat mata
...ku melangkah bersama para sahabat dalam cerita dipenjuru indonesia
berjalan menyelusuri keindahan wajah dalam rupa belaian roman pujangga

 


sungguh indahku nikmati hidup apa adanya dalam kacamata sang pujangga
tertawa bersama indahnya dunia cobra
romantis dan belaian roman penuh kelembutan dan kesabaran
Cobra Sweat Matoa tersipu malu


iya diriku cobra bukan perayu kugapai harapan yang baru itulah keindahan akan hidup
ingin kuberbagi hanya mimpi semanis matoa itulah cinta dan kata makna siracun cobra




mawar terasa indah bila ia berwarna
cobra pujangga cinta semanis matoa
katakanlah wahai kata yang diam seribu bahasa
apakah maknamu bisa bermakna tanpa kata
apakah nilai kiasan kata itu dalam kamus sang pujangga..
bisakah warna itu terlihat indah jika warna itu sendiri
..
...hitam pun terasa indah jika terbias air dan berubah menjadi merah,kuning,jingga,abu-abu dan hitam bahkan biru
satu warna seribu makna
..dalam pena pujangga tak kan bermakna tanpa respon pembaca


ya ada waktu untuk saatnya bersedih
karena aku cobra sweat matoa

ada waktu tersenyum
Cobra Sweat Matoa  itulah aku
Liar alam kan kutaklukan dibawah kakimu bunda
 dan kupersembahkan semanis matoa kepadamu



BELUM ADA JUDUL ( THE SCREAT OF LIFE COBRA IN ADVENTURE )