Memutar waktu itu memang tidak mungkin. Tapi memperbaiki hidup yg lebih baik dari sekarang, tidak ada kata tidak mungkin.Mari berantas kemiskinan
Senin, 29 Juli 2019
Senin, 09 Oktober 2017
MEMINJAM RAGA Karya : Temmy Amardi
Tampak cantik dan membuat nafsu
Mengoda parasku
Nikmatnya kemolekanku bagimu lelaki durjana ?
Aku dunggu aku hanya bisa tertawa ha..ha..ha
Aku orang gila
Mengoda parasku
Nikmatnya kemolekanku bagimu lelaki durjana ?
Aku dunggu aku hanya bisa tertawa ha..ha..ha
Aku orang gila
Andai kisah itu tidak terjadi
Tak kan ada cerita tanpa peristiwa
Aku hanya wanita yang lemah
..
Hayalku melamun trauma akan kejahatan
Tak hayalnya hewan
Aku hanya bisa menanggis meronta tapi takut dibunuh bengis
..
Anak siapa ini
Aku yang tertawa dan melompat tiada arti apalagi makna karena jiwaku telah pergi
Gila dirumah sakit jiwa
Aku hanya bisa menangis..tertawa akan arti mengapa aku terlahir ternoda
..
Pinjami aku raga pinjamilah aku nyawa ..
Tangisanku sudah mengering dan teriakanku sudah ku telan habis dalam birahi pemerkosaku
..
Aku tak hayalnya hewan yang digilir dalam pembantaian
Ragaku nyata namun jiwaku berkelana
..
Aku hanya berteriak
Dimana anakku
Dimana anakku
Nak ibumu gila nak
Bapakmu siapa nak ?
Ha..ha
Bapakmu siapa nak ?
Ha..ha
Aku seperti tak bernyawa hanya bernyanyi dan tertawa
..
Mengapa ragaku seperti ini
Aku bukanlah hilang ingatan
Bila aku ingat aku diperkosa .. Di gilir seperti binatang
Apakah itu manusia
..
Dihempas dan dibuang
Pinjamilah aku raga
Mengapa aku seorang wanita yang ternoda
Sekiranya waktu berhenti sejenak
Aku mengadu aku mau meminta ragaku untuh kembali
..
Hilang semua harapan orang tuaku
Mereka hanya melihat aku tertawa
Siapa aku Hai kamu pendusta nafsu
Kembalikan jiwaku Yang terbang dalam kenikmatan
Yang merobek dan merusak masa depanku dan cita-cita orang tuaku
Karena aku ingin meminjam raga
..
Pinjami aku raga dan pinjami aku nyawa agar aku kembali kedunia
L@SK@R S€R!BU W@J@H Karya : Temmy Amardi
Wahai pasukan yang menyerang jiwa
Wahai pasukan pembawa senjata hati
Kibarkanlah sajak dan sair ku untuk seribu wajah
Wahai pasukan penyerang kata
Wahai pasukan penghancur raga
Aku mau mengadukan kepadamu
Arti dusta laskar seribu wajah
..
Wahai pasukan berani mati
Hantarkanlah apa itu jiwa yang melayang
Meramba sukma yang terbang
Aku berang
Laskar Seribu Wajah berwajah malaikat berhati penghuni neraka
..
Adu kanlah deritamu
Tempalah sabit dan mata bajakmu
Kencangkanlah tali temali busurmu
Bersiaplah maju
..
Tiada kata tanpa makna
Didalam bahasa ada kiasan
Didalam jiwa ada hiasan
Didalam kekayaan ada perhiasaan
Didalam seribu wajah ada kepalsuan
..
Aku tak tahu begitu banyak wajah-wajah itu dari yang lugu..wajah anak meminta dan alasan semu
Dari yang memelas sampai kepala batu
Ini lah sair laskar seribu wajah ku tuliskan untuk pendusta dunia
..
Jangan mudah tergoda apalagi terperangkap tipu daya wajah mereka
Mengawal kawanan ternak digiring ke padang ilalang rumput yang segar
Namun apalah daya
Satu per satu dijagal digilir dalam pembantaian
..
Aku melihat dusta para laskar seribu wajah yang bersembunyi didalam wajah manusia
Mulut mereka manis semanis kucing meminta makan
Wajah mereka berseri seperti penyambut datangnya raja
Lihatlah hati mereka seperti $rigala lapar yang menerkam buas mangsanya
..
Demi kepuasan demi kesombongan namun harga diri sudah pergi
..
Lihatnya wajahnya yang manis senyumnya yang ranum seperti bayi yang meminum asi
Tak berdosa..
Seribu topeng boleh berganti untuk 1 wajah mereka
Namun hati tak akan bisa berganti
Walau seribu rebah disamping kananku
Walau sepuluh ribu mengerang dan mengeluh derita
Namun aku berdiri teguh
Mengingatkan untukmu dan kewajibanmu akan sesama,sang pemilik nyawamu dan penciptamu untuk mengapai surga yang sesungguhnya
G30s/pki .. Sejarah Mengenang Pahlawan Korban Kekejaman Dan Fitnah g30s/pkiKarya : Temmy Amardi
Aku membisu dalam perapian kayu
Aku terdiam seakan darah mereka berteriak akan arti kita sebangsa
..
Sajakku ku tuliskan untukmu para jendral pahlawanku
Kisah mu bukan hanya patriot namun 1 teladan akan NKRI harga mati
Nyawa taruhannya
..
Hormat ku untukmu pahlawanku
Indonesia Bangga
Aku terdiam seakan darah mereka berteriak akan arti kita sebangsa
..
Sajakku ku tuliskan untukmu para jendral pahlawanku
Kisah mu bukan hanya patriot namun 1 teladan akan NKRI harga mati
Nyawa taruhannya
..
Hormat ku untukmu pahlawanku
Indonesia Bangga
Lonceng jam tua berdenting
Ku tuliskan sair gemetar ditangan haru linang air mata
Tak kan ada kisah tanpa adanya trauma bangsa
Entah terlupa atau hanya peristiwa
..
Trikora 3 tuntutan rakyat yang menderita lapar dan menerima makan ubi bahkan antri gabah tepung
Susah
Terprovokasi
Ketika meletusnya suatu peristiwa perebutan tanah , kelaparan dan konflik penghinaan lambang negara oleh demonstran anti indonesia
Presiden Soekarno murka
Konfrontasi tahun 65
..
Entah setan mana yang menghasut pertumpahan darah
Sebangsa
NASAKOM
Seperti revolusi komunis bolsevik dirusia
..
Teman/Lawan
Penghianatan Berbangsa G30S
Ingatkan kita arti darah tertumpah untuk sebuah penghianatan
Para Jendral yang menjadikan kita Bangsa Indonesia berarti
..
Aku hanya terdiam
Radio RRI,mahasiswa dan koran okt 65 menjadi tak kan lupa
Jendral pahlawanku Fitnah keji dewan jendral
Tak kan ada kisah generasi kita seakan lupa siapa pendiri sejarah bangsa
Ku tuliskan sair gemetar ditangan haru linang air mata
Tak kan ada kisah tanpa adanya trauma bangsa
Entah terlupa atau hanya peristiwa
..
Trikora 3 tuntutan rakyat yang menderita lapar dan menerima makan ubi bahkan antri gabah tepung
Susah
Terprovokasi
Ketika meletusnya suatu peristiwa perebutan tanah , kelaparan dan konflik penghinaan lambang negara oleh demonstran anti indonesia
Presiden Soekarno murka
Konfrontasi tahun 65
..
Entah setan mana yang menghasut pertumpahan darah
Sebangsa
NASAKOM
Seperti revolusi komunis bolsevik dirusia
..
Teman/Lawan
Penghianatan Berbangsa G30S
Ingatkan kita arti darah tertumpah untuk sebuah penghianatan
Para Jendral yang menjadikan kita Bangsa Indonesia berarti
..
Aku hanya terdiam
Radio RRI,mahasiswa dan koran okt 65 menjadi tak kan lupa
Jendral pahlawanku Fitnah keji dewan jendral
Tak kan ada kisah generasi kita seakan lupa siapa pendiri sejarah bangsa
Hormat ku untukmu pahlawanku
Indonesia Bangga
Indonesia Bangga
Kepada mu
AKU BUK@N ROBOCOP Karya : Temmy Amardi
Aku lelah berdiri
Aku telah menanti
Aku telah berhenti berlari
Aku mengejar makna pejuang
Berjuang tanpa amunisi
..
Berjuang bukan mencari uang
Berjuang bukan mencari barang
Berjuang bukan mencari jabatan apalagi posisi
Sekalipun aku dimaki
Aku tetap berseri
Kemanakah kan ku langkahkan kakiku berpijak
Aku lelah namun aku tetap berjalan bahkan berlari
..
Aku tak bersenjata
Tinggal mengabdi akan arti tertinggal bukan untuk meninggal
Aku merangkum bukan memberi diriku dihukum
..
Banyak kisah anak-anak bahkan remaja tanpa pendidikan
Banyak cerita tentang daerah tertinggal namun itu hanya perkataan
Aku melihat hamparan kemiskinan
Aku melihat akan makna tangisan dan mensyukuri makan apa mereka hari ini
Sekalipun aku sendiri namun hatiku tak pernah sedih
Biarkanlah aku mengabdi
Entah sampai kemana kaki ini lelah melangkah
Untuk sebuah harapan ibu pertiwi
..
Aku bukanlah RoboCop yang selalu dipuja pengemar
Aku hanya anak desa
Anak dekil anak yang merantau untuk arti penerusan pejuang dari pesan amanah sang ayahhanda
..
Mungkin aku bukan siapa-siapa
Aku tak setenar artis atau pun bintang iklan
Aku tetap mengusap kepedihan mereka disini
Sampai ajalku tiba
..
..
Bukan seperti kamu dikota
Listrik ada .. Toko ada bahkan bebas mau mencari nikmat dunia
..
Lihatlah wajah polos mereka bertani ketela,umbi dan pohon sagu
Tak pernah 1 kata pun mengeluh
Air mataku menetes akan arti kebesaran para jendral korban penghiantan G30S/PKI
Bathinku pedih
..
Aku berjanji untuk mengabdi aku iklas walaupun tak digaji
Untuk pejuang ibu pertiwi
Bagiku pejuangan tak boleh berhenti sampai disini
Kan ku tulis jutaan sair dan puisi untukmu indonesiaku
Kan kusisipkan kata seindah kemilau emas dan indahnya mutiara
Biarlah aku dikenang dalam sairku
Karena bagiku aku Bukanlah Pahlawan dan Aku Bukanlah RoboCOP
Aku tetap berjuang
Kan kusisipkan kata seindah kemilau emas dan indahnya mutiara
Biarlah aku dikenang dalam sairku
Karena bagiku aku Bukanlah Pahlawan dan Aku Bukanlah RoboCOP
Aku tetap berjuang
PUISI KESAKTIAN PANCASILA HARGA DIRI Karya : Temmy Amardi
Darah itu merah Jendral
Ayo teken..teken Jendral
..
Hening tak beraturan tiada akan arti darah tertumpah
Ku tuliskan sairku akan harga diri
Akan tanda jasa darah yang terbuang
Darah itu merah Jendral
..
Pedih aku terdiam diantara sajak tak beraturan
Aku merenung namun juga sairku pukul
Untuk penghianat bangsa
Aku merangkum dan menghukum
Para pendusta bangsa
Meregang putus lenyap dari raga
Blitar bersaksi sejarah
Bila Indonesia berjaya hendaklah kawan sehidup seia sekata menyatu
Aku yang menangis diantara cerita sejarah bangsa hanya menitikan air mata
Menghujam kata sajak layang terbang
..
Blitar ternoda dalam 1966-1968
hamparan kemiskinan basis harga diri pun dimulai
Meniti harapan pun mulai terlihat dalam derita kemiskinan , kepolosan warga
Bujukan manis
..
Ku berikan pujian dalam sair
Ku berikan hati ku dalam sajak
Untukmu
Pejuang Operasi Trisula
Dalam ragamu ada nama Revolusi sebuah bangsa
Sejarah tetap ada untuk kita
Terima kasih Pancasila Bangsaku
PANCASILA SAKTI
noda komunis rusia pun telah sirna
..
Ku ingatkan dirimu wahai anak muda
Sebuah harga diri haruslah terjaga
Nyawa , harta benda bahkan semua
Untuk arti Damai Indonesia Damai Persada
Di hari kesaktian pancasila
Rukun dan bersatu 1 Bangsaku Indonesia
LAPAR Karya : Temmy Amardi
Mak .. Bapak mana mak ?
Bapak .. Bapak .. Bapakmu kerja
Mak .. Bapak mana mak ?
Bapakmu dihutan sana
..
Mak knapa aku dibilang ngak boleh kangen bapak mak
..
Bapak sering tanya mak
Sudah diam .. Mengerti
Mak bapak mana mak ?
Mak aku kangen bapak mak
Bapak .. Bapak .. Bapak mu sudah mati
Diam kamu
Bilang bapakmu lagi
Mak gampar kamu ya
..
Maaf mak
..
Sajak ku tuliskan apa itu tangisan kepedihan
Sajak ku ceritakan apa arti cinta anak kepada orang tua
..
Mereka tak kan pernah tahu akan cerita pilu
Mereka tak kan tahu apa itu drama keluarga yang semu
Aku lapar mak
Sana tidur mak mau kerja ngasong dulu
..
Ku kenal dan ku tahu apa itu penderitaan
Apa itu sakit hati
Egois dan mau menang sendiri
Hidup bukanlah drama berseri
Hidup bukanlah ilusi atau film fiksi
..
Mak knapa aku harus ngemis diterminal atau dipasar mak knapa mak
Ya buat makan kita tahu ..
Mak bilang Sudah diam
Mau kerja apa lagi
Anak 1 ini terlalu cerewet ..
Ibu dan bapak bercerai
Anak menjadi sasaran dendam dan emosional
Mak pusing tahu
..
Ku tuliskan makna lapar
Kepadamu insan yang lapar
Akan kasih sayang orang tua
Lapar akan kasih sayang dan cinta dari suami atau istri
..
Lembaran hitam tak kan bisa berganti lembaran putih
..
Jika dendam itu ada
Penderitaan itu tak kan sirna
Sajak ku menulis orang terbuang
Yang membuat cerita dalam dendam membara
..
Lapar .. Lapar .. Lapar atau menampar ..
Lapar
Lapar dan menampar
Sakit hati dan penderitaan yang pedih
Mereka bukan kaum tersisih
..
Adakah kamu tahu makna lapar di dirimu
MATA DALSSIM Karya : Temmy Amardi
Walaupun hujan awan kecil datang memayungi ku
Menyejukan jalanku
Aku memandang cahaya yang meraba sukmaku
..
Melihat benih angkara
Melihat keji dan pikiran jahat
Datanglah bulan ke pangkuanku
Ku usap lembutnya cahayamu
..
Mengapa aku harus mengadu
Mengapa matamu sayu letih dan lesu
Apakah kilat menampar wajahmu
Apakah halilintar menendangmu
..
Menyejukan jalanku
Aku memandang cahaya yang meraba sukmaku
..
Melihat benih angkara
Melihat keji dan pikiran jahat
Datanglah bulan ke pangkuanku
Ku usap lembutnya cahayamu
..
Mengapa aku harus mengadu
Mengapa matamu sayu letih dan lesu
Apakah kilat menampar wajahmu
Apakah halilintar menendangmu
..
Aku telah mengerti ternyata senyummu membentuk sabit merayu agar malam ini mendinginkan ragaku
..
Oh rupanya matamu genit merayu ku
Apakah mata itu mata dalssim
Yang tampak dan berkaca namun meminta neraka
..
Rupanya semua telah mengoda ku
Dan merayu hasratku
Dalam bujuk mata dalssim
..
Oh rupanya matamu genit merayu ku
Apakah mata itu mata dalssim
Yang tampak dan berkaca namun meminta neraka
..
Rupanya semua telah mengoda ku
Dan merayu hasratku
Dalam bujuk mata dalssim
Ku ambil nyanyian buritan dalam awan yang bertabrakan
Seakan menerkam daratan meninju lautan
..
Ku pandang alam akan dusta dan nestapa
Hitam menajam bersama kemilau bintang
..
Dalssim memandang kejahatan itu manis
Pesta dan menantang gairah lembut mengoda
Merayu membual gelombang mengandung rasa
Mengalun irama mengoda insan bercumbu rayu
..
Pasangan kumpul kebo menikmati madu meregang halilintar tersenyum mabuk kepayang
..
Dunia dipenuhi pertapa hati tanpa memandang unsur inti
Mata memandang arah
Hati merasa juga menerima
Semakin manis dosa dan kebiadaban
Seakan menerkam daratan meninju lautan
..
Ku pandang alam akan dusta dan nestapa
Hitam menajam bersama kemilau bintang
..
Dalssim memandang kejahatan itu manis
Pesta dan menantang gairah lembut mengoda
Merayu membual gelombang mengandung rasa
Mengalun irama mengoda insan bercumbu rayu
..
Pasangan kumpul kebo menikmati madu meregang halilintar tersenyum mabuk kepayang
..
Dunia dipenuhi pertapa hati tanpa memandang unsur inti
Mata memandang arah
Hati merasa juga menerima
Semakin manis dosa dan kebiadaban
Menjadi mata dalssim dalam pertarungan jiwa
..
Ingin ku berkata kepadamu mengapa engkau senang merayu
Ingin ku berkata kepadamu mengapa rayuanmu membuat luka dihati
..
Ambilkanlah petir yang menyambar disana agar ku tahu didalam hatimu tersimpan apa ?
Ambilkanlah aku lahar agar aku membersihkan dosa
Mencerahkan mata hati
Ambilkan aku pesona bulan dan matahari
Tanyakanlah apakah jalanku telah hilang adanya
..
Ingin ku berkata kepadamu mengapa engkau senang merayu
Ingin ku berkata kepadamu mengapa rayuanmu membuat luka dihati
..
Ambilkanlah petir yang menyambar disana agar ku tahu didalam hatimu tersimpan apa ?
Ambilkanlah aku lahar agar aku membersihkan dosa
Mencerahkan mata hati
Ambilkan aku pesona bulan dan matahari
Tanyakanlah apakah jalanku telah hilang adanya
AMUNISI CINTA Karya : Temmy Amardi
..
Wahai cinta yang menyerang langit sanubariku
Yang mengirim morse yang membuat gundah bathinku
Aku diserang pasukan cinta
..
Rupanya aku terkena tembakan amunisi senjata cintamu
Telak aku merindu
..
Menghujam hatiku
Menusuk asmaraku
Hadir dibenak untuk mencintaimu
Aku tertembak dalam cintamu
Datanglah kasihku datanglah asmaraku
Hujani aku dengan amunisi cintamu
..
Amunisi itu membuatku terpaku oleh senyummu
Aku telah jatuh cinta kepadamu wahai penyerang hatiku
..
Tanamkanlah ranjau cinta dikepala ku
Agar aku terus mencintaimu
..
Aku selalu merindu
Melamun terbang akan hadirmu dalam batalion asmaraku
Setiap hari aku gelisah
Pagi aku gundah bahkan sampai malam aku tak berdaya
Aku diserang asmara
Tergodalah aku dalam serangan pasukan cinta
..
Kata-kata penyerang bergerilya dipikiranku
Amunisi mendarat telak dihatiku
Aku telah jatuh cinta
Rama memanggil Shinta
Rama memanggil Shinta
Aku terpanah
..
Hujamkanlah amunisimu ke dinding pertahananku
Meledak lah dipikiranku
Asmaramu membawa kegelisahan
Ingin ku terbang manuver ke hati mu
..
Wahai cinta yang menyerangku
Amunisimu membuatku rindu
Seranganmu membuat aku cinta kepadamu
..
Ribuan kata mengenai basis pertahananku
Aku ke ledakan amunisi bertubi-tubi dihatiku
Datanglah selamatkanlah aku dari amunisi asmara yang menancap di jantung
Yang tembus dihati karenamu
..
Aku merindukanmu
Seranganmu membuatku terkapar dan terluka karena cemburu
Aku mencintaimu
Rabu, 29 Maret 2017
BERMATA Karya : Temmy Amardi
Salak itu berduri
getir,asam,dan ada yang manis
bila dirasa
Lidah akan tahu
asin,asam dan manis bila sudah dirasa dan dapat membakar hutan laksana halilintar bermata
Ketika politik menjadi hal yang didewakan
Bahkan ajaran kepercayaan seseorang dihujat dan ada dimuliakan
menghina bahkan menghujat
Atau diharamkan
Apakah itu hinaan ?
atau pujian
Apakah aku harus bertanya apakah kamu kafir ?
Apakah kamu terlahir dari benih pelacur apa germo ?
Apakah kamu anak haram ?
Mengapa haram dan kafir itu disebut ?
Mengapa ?
apakah aku najis
Tiupan itu begitu menyakitkan hati bangsaku
dan
sobatku yang melihat
ini semua
Bahwa ada perbedaan
juga batasan
Bahwa ada
duri dalam daging
ini
Duri dalam daging apa provokasi ?
Mengapa ini terjadi
Haruskah kita terprovokasi ?
mengapa diam
KARMA Karya : Temmy Amardi
Aku adalah buaian orang yang baik
Santun,beraklak dan kelihatan berkarisma
Mungkin aku tak sehebat prof habibie atau aku tak sejeli tantowi yahya
Tapi aku mau mengabdikan diriku tanpa ada dusta
Hutan adalah rumahku
Pepohonan adalah sahabatku
Samudera dan lautan adalah hidupku
Kemiskinan adalah tangisanku
Aku bangkit untuk saudaraku ditanah ini
Aku banyak melihat banyak topeng2 negeri ini pandai berdusta
Maling teriak maling
Mungkin inilah karma
Ketika darma dibalik menjadi hal yang semu
Sepandai apapun bangkai sembunyi baunya akan tercium
Aku tahu bahwa karma akan datang untuk sandiwara yang sudah terjadi
Jangan pernah bermain api karena budi baik akan dikenang
Tapi perbuatan jahat akan disingkirkan
Bumi boleh buta
Namun tanah akan bersaksi
DARMA ATAU KARMA
Realita apa panggung sandiwara
Petinggi dan rakyat jelata
Sama kodratnya
Selasa, 28 Maret 2017
PANTOMIM Karya : Temmy Amardi
Janganlah
bermain api
kalau
takut kepanasan
Janganlah
takut basah
jika
tidak bisa berenang
Janganlah
memancing
didanau yang keruh
Air yang keruh
akan mengajakmu
memancing kembali emosimu
Didalam budi pasti ada balas
Didalam menanam pasti menuai
Besi menajamkan besi
Pedang menajamkam pedang
keberanian atau ketakutan
Janganlah
bermain
pedang
jika takut mati
Jangan
bermain
pistol
jika
didadamu
tidak mau berlubang
1 lembar daun tak kan tembus dalam jantungmu
Sekalipun
ribuan pohon tumbang
didepanmu
tak sanggup
meremukan
kepalamu
Jangan takut melihat kobaran api
Dan
berondongan peluru
mengintai nyawamu
Berani berbuat
berani
bertanggung jawab
Pulang dengan nama lebih baik dari pada hidup tetapi memalukan bangsa
Bisa ular seperti madu senikmat manis tebu
Pantomim gerakan bayangan intrik dan kepribadian
Hidup bukan pantomim dalam bicara ada api dan air
Topeng itu indah bagi yang melihat
Topeng pun
dapat menghancurkan surga
Melalui dusta
membalikan
fakta dan isu sara
juga
Matahari pun
bisa gelap
dan menjadi bayangan
KICAUAN UANG karya : Temmy Amardi
celoteh
sang elang
kepada
sang tikus
celoteh
ular
kepada
anak ayam
Saat berbagi uang
mencari kekuasaan
wahai sang penguasa
yang terbuai dalam harta
dan
mangsa
berbulu lebat
putih
suci
tak bercela
bagai azap
tanpa api
didalam
sekam
jerami
menari
berkolusi bahkan berhalusinasi
terkadang berdusta
terkadang mencuri
terkadang membunuh
terkadang korupsi
bahkan
memaki
menendang kaki
durhaka
negeriku dalam buaian
alam memanggil derita
kicau kemiskinan
memangil
sang legenda
berpetualang
mencari
kursi petinggi
surat petinggi pun terasa mati
jerit kemiskinan
pun silih berganti
Polemik instan
sogokan dan hasutan
sampai ragaku
berhenti
ku tuliskan
sajakku
bahwa
petinggiku
haus akan durjananya darah negeriku
manisnya riba dalam pajak negara,
dalam subsidi berjalan
Soekarno hatta
dalam
berita negeri
merdeka
kerikan negeri semakin
merah..
semakin memanas
semakin sikut sana sikut sini.
kicauan negeri yang tak pernah ku mengerti dalam sumsum darah pertiwi
TEATER INDONESIA Karya : Temmy Amardi
Pintu teater 2
sudah dibuka
Harap bagi anda
Harap bagi anda
yang sudah memiliki tiket
silahkan
masuk pintu teater 2
Tirai 1
akan dibuka
Begitu
banyak
kebencian,
kemarahan
Aktor politik
sampai rakyat biasa
menjadi berita
dibalik sandiwara
Berbalut
kebencian,
hasutan
dan isu Sara..
Teaterku
teater tak bersuara
Suku,ras dan pandangan agama saling mencela..
MeLapor
dan
dilaporkan
seperti rawon setan
Semakin pedas semakin mengoda
Aku bertanya
kepada
sutradara
Oh ini hanya sandiwara
Intrik dan objek menjadi realita
Ya
balutan kesedihan
dan
bualan
Bahkan janji manis
Seperti
terang bulan
dibalik
Gula jawa
gula pelanggi
Manisnya menawan
sampai kehati
Aksi heroik
sampai korupsi
Amarah
sampai
mutilasi
dan bunuh diri
Semua tersaji
bahkan
demonstrasi berjilid
Teater 2
kisah dan tragedi
Ragam cerita
Teaterku teater indonesia
RAYUAN MATOA Karya : Temmy Amardi
Begitu cantiknya
Rembulan malam
Tersenyum kepadaku
Kupetik bintang
Sebagai tanda
Senyum
Kau mengodaku
Wahai bulan
yang bersinar
dikegelapan
dengan apakah
hatimu terpikat ?
Sinarmu
sungguh
membuatku terpaku
Laksana 1 rumah
aku dihatimu
dan
ratu dirumahku
tanpa jendela
dan
tanpa pintu
Sejuk kupandang
bahkan
mengalahkan
dinginnya ES CREAM
yg melumer
dilidah
Sekalipun
etiopia
memandang,
cintaku semanis matoa
Berdiri
laksana prambanan
menjulang tinggi
Bahkan
semakin tinggi
kusampaikan
cintaku
diorbit satelit palapa
menjulang cintaku padamu
Pahatan seniman jepara tak dapat mengukir dalamnya cintaku padamu
Lihatlah Presiden Jokowi tersenyum membaca sajakku
Tak kala indonesia diterpa isu sara..memanas dan bergejolak
Namun rasa
dihatiku menderu bagai tancap gas motor gp dunia
Wahai legenda
Shinta akulah sang Rama yg mencarimu
Kubawakan kijang buruanku atau bunga deposito dihadapanmu
Atau kuminta pak djarot meminangmu bahkan melamarmu untukku..
Menjadi Permaisuriku
MUTIARA Karya : Temmy Amardi
Aku memuji diriku
Aku dilahirkan sempurna
Aku bekerja semampuku
Aku rajin dan tak malu
Walau berjualan tahu aku pun hanya tersipu malu
Aku sungguh bangga aku tahu mungkin ada yang menghinaku
Tapi aku tak merugikanmu
Aku senang menjadi bagian dari indonesia
Walau pas dan selalu pas
Tapi aku bukan peminta-minta
Dari aku mutiara itu kusimpan
Aku berjuang agar aku tak miskin
Aku berjuang agar aku bisa makan
Karena aku akan terus berjuang
Demikian juga denganmu
Jadilah pohon yang berbuah manis dan jangan jadi benalu ketika kau dibuang dan kau akan dicampakan
Minggu, 16 Oktober 2016
KURMA karya : Temmy Amardi
Inilah gadang dan dagang belimbing gula merah
Dirasa diramu merah delima
Semanis gula beraroma moka
Bila datang musim
Semua mata terpanah
Jasa pohon petik bergerigi
Palem juga kelapa aren bukan palawija
Surga lidah mereguk kepuasan
Hidup semanis kurma
Rabu, 30 Oktober 2013
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR .. Karya : TEMMY AMARDI
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR
Karya : TEMMY AMARDI
HAA..HAA..HA
INILAH NEGERI SANG BETINA DAN JANTAN BERARGUMENTASI
MELIHAT MENJILAT LUDAH TEPIAN NEGERI
HA..HAAA..HA INILAH BANGSA YANG KURANG TEGAS
DENGAN WIBAWA TIDAK TEGAS DENGAN REALITA KORUPTOR SEMAKIN CULAS DAN BERANI
JIKA ANDA TEGAS PRESIDENKU DAN PETINGGI HUKUMKU
INDONESIA PUN TERSENYUM UNTUK ANDA
SASTRAKU PUN MENGACUNGKAN SERIBU JEMPOL BUATMU
RATUSAN JUTA JEMPOL RAKYAT DI INDONESIA BUAT ANDA DAN INI BUKAN BOHONG
BENDERA PRO DAN KONTRA HUKUMAN MATI SEAKAN TERNODA KEMBALI
WIBAWA YANG TIDAK TERLIHAT NAMUN NYATA..
ANEH KAN..TAPI TERJADI
SAJAKKU MENAMPARMU BEBERAPA KALI
HUKUM SKANDAL DALAM JUAL BELI PEMERINTAHAN
DARI PELACUR BERDASI SAMPAI CUKONG MENANTANG
SKANDAL APA KEHANCURAN DALAM KANCA BANGSA
NEGARAKU NEGARA TERHORMAT DALAM TETESAN DARAH PAHLAWAN 45 DAN DARAH PAHLAWAN REVOLUSI
SEKARANG HANYA DALAM TETESAN KERINGAT SANG KORUPTOR
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR
SEKARANG DALAM SELIMUT KETAKUTANSAHABAT MISKINKU
LIHATLAH ULAHMU KETURUNANNYA PUN SEMAKIN MERAJALELA
TERTAWALAH NEGERI SEBERANG BERPESTA SABU DINEGERI KITA
MAFIA DAN PREMAN JALANAN SEMAKIN MEMBANJIRI IBU KOTA
BAHKAN MENJADI SARANG NARKOBA BAGI NEGARA ASING
SUAKA-SUAKA MEMADATI AIR LIUR SANG GARUDA
LIHATLAH NASIB TENAGA KERJA KITA
LIHATLAH NASIB TENAGA KERJA KITA
? ? ?
PAKAI MATA DAN JANGAN PURA-PURA BUTA
LIHATLAH DENGAN MATA HATI KITA
CUKUP PEDIH KAMI MEMERAS KERINGAT SAUDARA KAMI DAN SAUDARI KAMI MATI DISANA ..
DAN DARAHNYA BERTERIAK MEMOHON TAPI APA KERJA KITA ? ?
MEREKA DIHUKUM MATI DALAM KESALAHAN KECIL
MANA BERLAKU UNTUK MEREKA DISINI
BUKANKAH INI SURGA KITA
MALASYIA MELAKUKAN KESEMENAAN TERHADAP SAUDARA KITA MENCAMBUK BAHKAN MEMANCUNG SADIS..ARAB SAUDI PUN MENCABUT KEPALA ORANG-ORANG KITA
MASIH BUTA KAH MATAMUUUUUUU PEMIMPINKU
DENGAN APA KAH KITA SADAR
APA DENGAN SUNAMI MENAMPAR WAJAHMU SEPERTI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA
ATAU DENGAN PEPERANGAN DENGAN RAKYAT MISKIN YANG BERTERIAK MEMINTA-MINTA BLT
ATAU KEBIADABAN JAMAN BAGI KITA
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR
HUKUM MATI MEREKA BUAT KAMI
BUKANKAH PENGHIANAT ITU BERSAUDARA YANG MENGAKU BERTANAH AIR SATU..BERBANGSA SATU DAN BERBAHASA SATU
MENGAPA SAYAP SANG GARUDAKU TAK SEPERTI SEMULA TERBANG MENGITARI NUSANTARA
MENGAPA SAYAP SANG GARUDAKU TAK MEMBAWA KAMI TERBANG DALAM PERTANIAN YANG SUBUR DALAM HASIL LAUT DAN PERTAMBANGAN YANG KAYA
MENGAPA BUKAN KAMI YANG MENIKMATI
KAMI HANYA MENJADI BURUH DAN BUDAK DINEGERI SENDIRI
MENGAPA SAYAP SANG GARUDAKU TAK MEMBERIKAN KITA KEBAHAGIAAN KEPADA KAMI
KAMI TIDAK BUTUH PEMPIMPIN YANG PINTAR
KAMI TIDAK BUTUH PEMPIMPIN YANG PANDAI BERDUSTA
PINTAR BERPOLITIK
PINTAR BERSIDANG
PINTAR MENGADILI
KAMI BUTUH PEMIMPIN YANG MENGHARGAI KEBENARAN DAN MEMBAWA KAMI TERBANG TERSENYUM BERSAMA
Langganan:
Postingan (Atom)











