Selasa, 01 Maret 2011

MENCINTAIMU BANYAK KU TAHU ( KAMUS CINTA WIKIPEDIA ASMARA ) Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ·( Temmy Amardi )

MENCINTAIMU BANYAK KU TAHU ( KAMUS CINTA WIKIPEDIA ASMARA )
Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ·( Temmy Amardi )


 

lihatlah betapa cantik bidadariku
lihatlah betapa ku semakin cinta kepadamu
bedadariku yang manja tersipu malu
belaian rindu ini segar sesegar sahara bernyanyi bersama tiga diva indonesia
senyumanmu mengoda sesegar lemon tea camboja
belaian mesra asmaramu begitu mengoda 
dingin bagai lemari es polytr

on 2 pintu nyaman dan lega




tangan lembutmu menyentuh jiwaku bagai bersalaman dengan presiden barack obama
tawa manjamu mengingatkanku pada televisi toshiba 52 inch yang tebar pesona home teater dihatiku

ooo wikipedia asmaraku adakah rasa manis ciumanmu terasa martabak manis holland
durian





ooo kamus takung kucinta nafas asamaramu mengoda laksana jus marquisa
lembut dilidah segar dijiwa
sesegar nikmat wine terbaik peramu jamuan berkelas rindu ini akan cintamu

pelukanmu selalu hangat senyaman tidur di springbed berbulu angsa
hangat selembut sutera mengoda hingga terasa madu libanon
ooo sayangku yang ku sayang indahnya pelanggi ini seindah lapangan bola piala dunia
tepuk riang dijiwa terasa bergembiraaaaaa riaaa
bagai tendangan ronaldo ke dinding gawang asmaramu padakuooo wikipedia asmaraku ooo wik




ipedia cintaku
klik pertama menyejukan
klikan ke dua menyegarkan
klikan ke tiga mendinginkan panas terik diluar sms cintamu membangkitkan petani memanen cabe
ooo wikipedia asmaraku cintamu sekuat baja berlapis emas 24 karat menawan
seindah berlian seelok safir india senyaman sedan mercedes tak bergoyang dijalan berlubang



 

honey ooo wikipedia asmaraku ...
ooo wikipedia asmaraku ooo wikipedia cintaku tamborine ini kan menari bersama jemariku beraksi bercinta mengetarkan seakan tahu kisah asmara sang tuannya
lihatlah dinding wikipedia asmaraku wikipedia cintaku seharum kopi arabica
senikmat mochacino spanyol dan chapatise india plus sauce buah
begitu nikmat tak terlupa sejengkal tanah disurga tak kan terlupa
karena inilah cintaku padamu




MENCINTAIMU BANYAK KU TAHU ( KAMUS CINTA WIKIPEDIA ASMARA )
Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ·( Temmy Amardi )





Pemulung Cinta Wanita Dalam Buaian Asmara Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

Pemulung Cinta Wanita Dalam Buaian Asmara
Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )


Rapuh cinta yang mengembara
Dalam balutan luka pedih wanita berkata
Asmara yang terbuang dalam pengembaraan
Rapuh tak bertulang pahit akan asmara
Cinta yang terdiam tanpa kata karena dusta Lembaran kisah yang tenggelam dan sakit hati

wahai pujangga cinta tamparlah aku dengan warna pena
dimana aku membisu tanpa cinta
melihat asmara ini bersembunyi dalam dinding masa yang luka

diantara dilema yang penuh dusta dan air mata
diantara lorong material baja
menembus penjuru mata meraba
pemulung cinta dalam buaian asmara
antara cinta dan dilema
aku wanita yang berharap keutuhan cinta dalam pria yang kucinta
aku wanita yang berharap hadirnya sentuhan kasih sayang belaian dari hatiku yang manja

tembok ini telah retak diterjang masa silam
wahai pujangga mari kita bercerita
wahai cinta apa ini hati yang teraniaya
wahai asmara kelabu dibalik pria yang bertopeng aksara
meraba asmara dalam materi dan harta

aku terdiam dalam hamparan siksa jiwa meluluh lantakan perasaan ibunda
cinta dalam sandiwara hidup dalam alur sastra dan pemain drama

mari kita bertarung dalam air mata derita
aku yang terdiam menembus dinding yang retak
bercermin dalam bayangan keindahan yang terdiam bersahaja semu maya
Aku tahu dinding asmaramu telah retak dan penuh lumpur tak berpenghuni dan pergi
Sampah cintamu membekas dalam lamunan paras jelitamu
Ijinkanlah ku balut lukamu kubersihkan lumpur nodamu bersama cintaku




Pemulung Cinta Wanita Dalam Buaian Asmara
Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )



 

CAMBUK API BELERANG HARTA DUSTA PEMAIN OPERA BERSANDIWARA Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

CAMBUK API BELERANG HARTA DUSTA PEMAIN OPERA BERSANDIWARA
Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

kusta-kusta hidup bermain dalam lautan
mengejar ombak durjana dan keserahkahan
tertawa dalam media sandiwara cinema
dalam deburan petik belerang bercinta
bualan elit berpuasa tanpa kata
terdiam sengaja apa karena petaka

cambuk api balutkan sengsara derita sang ayah
terbalut sakit dan sengsara hidup 
berlinang ar mata
dalam pesakitan karena bualan opera
cinta sinema dalam bencana dalam sandiwara
beralaga pahlawan perang cambuk apa belerang sipengerat
angkara hatiku gundah hati ku gelisah dalam pertarungan jiwa yang berkelana
simaling kundang dalam cinta yang terjatuh tangga

waaa realita kota jakarta sipendusta bersilat lidah
dalam kejayaan dan kepalsuan
naluri dalam kasta pelangi jingga berkabut senja

cambuk api belerang harta
mari kita bermain cinta
cambuk api belerang harta
mari kita balut tawa selendang sutera
cambuk api belerang harta
selendang ini telah kau rubah menjadi kafan maya tanpa tawa

kusta-kusta hidup bermain dalam lautan
mengejar ombak durjana dan keserahkahan
tertawa dalam media sandiwara cinema
dalam deburan petik belerang bercinta
bualan elit berpuasa tanpa kata
dalam canda tebar pesona 
terdiam sengaja apa karena petaka
tumbal keserahkahan sipenjilat tanpa kepala

tulangku rapuh tak sanggup ku berdiri
air mataku sudah tertutup telaga 
dusta cambuk api belerang harta
membuat hati remuk tak berdaya
dalam bualan pemain opera bersandiwara



CAMBUK API BELERANG HARTA DUSTA PEMAIN OPERA BERSANDIWARA
Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )





JERITAN WANITA DALAM PASUNGAN OPERA Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

JERITAN WANITA DALAM PASUNGAN OPERA
Karya Asli : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )


camkan ini Aku menulis berlinang air mata
aku wanita 
yang terpasung dalam kuali panas bertembok 
aku wanita tulus akan cinta terbuai dalam dawai pemain opera
mari kita bertarung dalam badai
kemelut dalam belenggu pasungan ini 
berwibawa dalam harta dalam permainan tanpa realita mata


aku yang terdiam dalam dingin selimut hujan..
berkabut awan jingga menutupi redam jiwa..
menyapa mengigil menatap dinding rawan berbisik tanpa arah..
ku terbaring dalam sesak tak bertulang rapuh gertak dusta..
menatap reruntuhan tulang yang kini masih beserakan..
membangunkan tubuh terkandung dibadan bersandiwara dalam kartu kridit bualan cinta..


aku wanita terdiam terbaring tanpa mata tak dapat memandang
beritakanlah sang pemain opera keperaduan..
ceritakanlah gana wahai pesona senja..
pikatnya remukan kesegaran derita


haaa..haa setan surga dunia tertawalah dalam sandiwara
didalam wajah dunggu yang bersumpah serapah dan suka bercinta
dalam bulan dan kenistaan dunia dalam canda kota berkawan bualan malam

tiada yang sempurna dalam masa..
lidah tak bertulang dalam gengaman ular berbisa mematik bisa

sumpah serapah & mengumbar kotoran sampah dalam pikiran dan raga memanipulasi jiwa yang tertawan dalam kebodohan berkata

haa..haaa mari tertawa jiwa-jiwa pendusta 
sampai kapan kau akan bertahan
segeralah mencuci muka 
lihatlah pasungan 
karena aku wanita terluka 
dan bukalah kacamata kesombonganmu
angkara ini menelan darah dalam jiwa



MOOCCII DAN ONENG ( Pahlawan Asmara ) Karya : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

MOOCCII DAN ONENG ( Pahlawan Asmara )
Karya : Cobra Sweat Matoa (Temmy Amardi)

 

kelembutan cinta dalam hidangan asmara
mocci berkata cinta oneng
dalam sapa hujan pun bertanya
ini kisah..
kasih dan asmara insan yang dimabuk cinta
dalam buaian dan manja dilantai dua


 
mocci yang mengoda dalam balutan kata
seindah cinta seindah asmara aku dan dia

oneng Men sana
in corpore sano
Gue maen disini
Elo maen disono !


 

cintanya mocci bagaikan semangka
Buah semangka buah manggis
Nggak nyangka gue manis
simoci jatuh cinta ampe meringgis 

Jikalau lengang dalam jakarta
Marilah kita pergi ke kota
Hati tercengang bulu berdiri
Melihat mocci naik kereta



 

sekali tersenyum, namun harus mendesah;
Ketika rasa sayang memaksa untuk berasah
mocci dan oneng berkasih indah nan mesra

bak cinta dalam pintalan kapas menjadi sutera
mocci yang kusayang moocci yang kucinta
dalam jiwa dan kata semanis buah matoa
oneng dan mocci jakarta - papua



 

ooolaaaa-laaaa
mocci pun tertawa dalam balutan kata
moocci itulah oneng 
dalam pantun dan pena 
asmara pujangga semanis matoa bertelaga maya selembut sutera
semanis cinta yang bergairah dan mempesona bak pahlawan bermain asmara



MOOCCII DAN ONENG ( Pahlawan Asmara )
Karya : Cobra Sweat Matoa (Temmy Amardi)

 

PASIÓN DE LODO LODO AMOR HERMOSO DÍA DE SAN VALENTÍN'S Original de trabajo: Cobra Sweat Matoa (Temmy Amardi) / artistas de Indonesian

PASIÓN DE LODO LODO AMOR HERMOSO DÍA DE SAN VALENTÍN'S
Original de trabajo: Cobra Sweat Matoa (Temmy Amardi) / artistas de Indonesian 

 


Hola amor que dicen
en su sonrisa.
su querida hermosa hermosa ..
ángel hermoso cielo forma

Un maravilloso día con vosotros
el tono melodioso de una mente en el ritmo del amor




Bella ama a tu corazón
Tan hermoso como la cuna de la noche trajo la humedad de la hierba
se despierta el amor de mi corazón
Cambie su vida amorosa
abrazos en mis pensamientos
Hacer el amor en el barro amor

Hoy en día una serie de corazones la paz
alma corrió sin parar bailando
Este pie atrapado en un espacio mental relación amorosa
No puedo admirar tu belleza
densidad del lodo liberar mi corazón ...



caminar con nosotros el mismo palo en el barro ..
echado a perder nadar en el lago del amor

Cuidar la tierra de esta obra disfrutado de nuestra miel húmeda
bailando, bromeando en el Amor de barro
amor besos te extraño esta noticia

liberar la fragancia del perfume de jazmín.
emperatriz encanta hacer el amor en la pluma de poeta



El viento echado a perder lo que en su jazmín blanco. Me sonrió de nuevo cuando me siento hígado usikkan. Ah .. Amado, el alma ahora habita en la tierra de romance. El alma ha destruido el trono de hielo del ego y el ruido. Asistir al color de tu aliento perfumado de flores, dar a luz en el curso del viento. .

Oh Diosa del cielo entregar una hermosa amante en la intimidad íntima
Quiero decir que la luna y el sol está listo para volver a casa haciendo el amor

acarició gemidos de esperar el amor
dispersión de su color aquí las almas que tienen sed de tierra del lago

Abrazar el calor que brilla en la luna
sol por la mañana para compartir su amor
Suaves besos saludó meses
sería frío de la noche con olor a
El hombre pide
el amor juntos compartir
Dos intimidad humana que
intoxicado por el amor



Este barro más profundo afecto
aunque la sombra de tus miradas
barro estaba respirando mi corazón ..
De fusión en el amor
devoto de la hermosa

Unidos juntos para mezclar
en el polvo que amamos unidos Placer
Le doy la falta de aliento de tu amor en mi sueño
historia de amor es eterno en el barro
inherente de todos los tiempos
respirar en el barro nos encanta su hermosa significativa

 Cobra Sweat Matoa (Temmy Amardi) / artistas de Indonesian  

 

James Yuill - This Sweet Love [Official Music Video]

Selasa, 22 Februari 2011

PELANGGI JAKARTA KABUT PAPUA ORIGINAL BY : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

PELANGGI JAKARTA KABUT PAPUA
ORIGINAL BY : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

Mungkinkah ini akan Tercipta
Warna Penuh Kenangan
...Jakarta dalam Papua ditangan
Rebah Sisi Tak Berdaya menepi tanpa kesan

Tanpa Senyum
Tinggal Air Mata Tersisa
Remuk Redam Bagai Ditempat Penjagalaan
Hamparan Kepintaran Kota Jakarta
Derita suku Dalam Tanggisan Papua
Menunggu Antrian Kematiaan Tanpa Cinta

Tak Ada Melodiku
Dalam SimponiKu
Tiada Lagi Lagu Tercipta
Angan Dihampa Derita

Kenangan Kisah
Sedih Akan Dusta Dan Kesombongan
Realita Dasi-Berdasi sibuk sana-sini
Bagai Pesakitan Menunggu Ajal Pembantaian
Akan Nasib Saudaraku Disana Tanpa Pendidikan
Langit Berpelangi Memeluk Bersedih

Bintang Berkelip Menyinari Kepedihan
Tahu Akan Masa Pahit Itu
Tersenyum Dalam Awan Langit Jingga berpelangi

Jiwaku Dahaga Akan Pesona Pelangi
Hingga Tak sanggup Menatap hari
Pasrah Diam Tak Bertuan

Penuh Siksa Darah Dan Air Mata Dalam Teriakan Alam
Awan Kelabu Menanti Kehampaan Hati
Bangun Ini Hanya Semu Mimpi Buruk Yang Terjadi
Dalam Sandiwara Cinta Dan Air Mata
Derita Insan Yang Berselimut Indonesia
Jakarta berpelanggi berkabut di Papua

KARYA :
COBRA SWEAT MATOA
 

Minggu, 20 Februari 2011

Love Is Cinta part 1

Puisi Terakhir Buatmu

Kembali Cinta

senyumanmu merubah hariku..hanya kepadamu cinta ini memuja
kan kutulis dalam bait puisiku akan cinta
sampai terbentuk frase terindah dalam kata
yang sekuat banteng dalam pikiran mengukir rasa cinta
sekuat dan tahan uji selalu tersirat dalam jiwa

seindah pelangi memberi keindahan akan kita
bersinar indah puncak gunung bercinta seindah kemilau
emas matahari,
tenunan kata mengartikulasikan garis-garis besar halusinasi
tak kan ada cemas gundah akan pena terukir dalam kata
hadirmu yang ku cinta merubah masa
kesulitan menjadi indah.

apapun yang kan terjadi rasa cintaku hanya milikmu sayang
hatiku tersimpan satu kasih akan cinta sayangmu
berjalan kita bersama seindah kenangan manja
 
 
 




kehangatan sentuhan asmaramu
membawaku senyaman bagai bepeluk kelembutan selembut bulu-bulu angsa
lembut hangat seperti sutra hingga terasa madu bercinta
seindah pelangi memberi keindahan akan kita
bersinar indah puncak gunung bercinta seindah kemilau
emas matahari,
tenunan kata mengartikulasikan garis-garis besar halusinasi
tak kan ada cemas gundah akan pena terukir dalam kata
hadirmu yang ku cinta merubah masa
kesulitan menjadi indah.
kambalilah cinta kukan menjemputmu 




 

Sabtu, 19 Februari 2011

ORIGINAL BY : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

WORD double-edged sword
ORIGINAL BY : Cobra Sweat Matoa 
( Temmy Amardi )




O say the word
hiding out in laughter
smile in grief
cheerful expression stabbed in the soul
stop looking for the meaning of this exercise pen




daydreaming is not dreamy
running but shadow
looking for but not received
look forward
ruffian's face, but crying
skinned but bony

innocent facial brush
in drawing and pen
politics in hand with emotion
in the soul that flies
in prime-eyed forest wanderings
hunt stabbing sharp hand and wearing glasses
dagger-sharp double-edged sword says
the ethics of cyberspace technological developments
exsotika civilization in a double-edged swords





ORIGINAL BY : Cobra Sweat Matoa
 ( Temmy Amardi )





KATA PEDANG BERMATA DUA

KATA PEDANG BERMATA DUA



wahai kata yang berkata
bersembunyi dalam tawa
tersenyum dalam duka
berexpresi ceria menikam dalam jiwa
raga ini berhenti mencari arti pena

melamun bukan menerawang
berjalan tapi bayangan
mencari namun tak mendapat
lihatlah kemuka
wajah bengis tapi menangis
berkulit tapi bertulang

sikat wajah tak berdosa 
dalam gambar dan pena
politik dalam tangan karena emosi
dalam jiwa yang terbang
dalam pengembaraan hutan prima bermata
menikam memburu tangan dan berkacamata tajam
setajam belati kata pedang bermata dua
dalam etika perkembangan teknologi dunia maya 
dalam exsotika peradaban pedang bermata dua

Jumat, 18 Februari 2011

I LOVE YOU UNTIL THE DAY THAT I DIE .. Original by : Cobra Sweat Matoa ( Temmy Amardi )

I LOVE YOU UNTIL THE DAY THAT I DIE
original by : Cobra Sweat Matoa
( Temmy Amardi )







I may not see things
The way you do
Or understand
Why you are you

I may not see it
Through and through
But it’s easier
When I look at you

I will not change,
I will not have different moods,
I will not be erratic,
I will not hurt your feelings sometimes,
I will always be strong my faults will not show… 

Sometimes I wonder
Why you’re so patient and kind
Or what you’re thinking
When I look in your eyes

And sometimes I think
I don’t deserve your love
Or anything else
You’ve given up

I will give you freedom to be yourself,
I will understand everything that you do,
I will be completely honest with you,
I will cry and laugh with you,
I will help you to achieve all your goals…

I wonder
Why you stay
When things get harder
Every day

The thought of you
Saying good-bye
Is enough
To make me cry
I love you
Until the day that I die
And I hope
When I turn around
You’ll be the one
By my side
I love you
Until the day that I die

I say this
Without hesitation
I love you more
As time goes by
For this thought
I would never lie
I love you
Until the day that I die




I LOVE YOU UNTIL THE DAY THAT I DIE
original by : Cobra Sweat Matoa
( Temmy Amardi )