Memutar waktu itu memang tidak mungkin. Tapi memperbaiki hidup yg lebih baik dari sekarang, tidak ada kata tidak mungkin.Mari berantas kemiskinan
Minggu, 16 Oktober 2016
KURMA karya : Temmy Amardi
Inilah gadang dan dagang belimbing gula merah
Palem juga kelapa aren bukan palawija
Rabu, 30 Oktober 2013
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR .. Karya : TEMMY AMARDI
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR
Karya : TEMMY AMARDI
HAA..HAA..HA
INILAH NEGERI SANG BETINA DAN JANTAN BERARGUMENTASI
MELIHAT MENJILAT LUDAH TEPIAN NEGERI
HA..HAAA..HA INILAH BANGSA YANG KURANG TEGAS
DENGAN WIBAWA TIDAK TEGAS DENGAN REALITA KORUPTOR SEMAKIN CULAS DAN BERANI
JIKA ANDA TEGAS PRESIDENKU DAN PETINGGI HUKUMKU
INDONESIA PUN TERSENYUM UNTUK ANDA
SASTRAKU PUN MENGACUNGKAN SERIBU JEMPOL BUATMU
RATUSAN JUTA JEMPOL RAKYAT DI INDONESIA BUAT ANDA DAN INI BUKAN BOHONG
BENDERA PRO DAN KONTRA HUKUMAN MATI SEAKAN TERNODA KEMBALI
WIBAWA YANG TIDAK TERLIHAT NAMUN NYATA..
ANEH KAN..TAPI TERJADI
SAJAKKU MENAMPARMU BEBERAPA KALI
HUKUM SKANDAL DALAM JUAL BELI PEMERINTAHAN
DARI PELACUR BERDASI SAMPAI CUKONG MENANTANG
SKANDAL APA KEHANCURAN DALAM KANCA BANGSA
NEGARAKU NEGARA TERHORMAT DALAM TETESAN DARAH PAHLAWAN 45 DAN DARAH PAHLAWAN REVOLUSI
SEKARANG HANYA DALAM TETESAN KERINGAT SANG KORUPTOR
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR
SEKARANG DALAM SELIMUT KETAKUTANSAHABAT MISKINKU
LIHATLAH ULAHMU KETURUNANNYA PUN SEMAKIN MERAJALELA
TERTAWALAH NEGERI SEBERANG BERPESTA SABU DINEGERI KITA
MAFIA DAN PREMAN JALANAN SEMAKIN MEMBANJIRI IBU KOTA
BAHKAN MENJADI SARANG NARKOBA BAGI NEGARA ASING
SUAKA-SUAKA MEMADATI AIR LIUR SANG GARUDA
LIHATLAH NASIB TENAGA KERJA KITA
LIHATLAH NASIB TENAGA KERJA KITA
? ? ?
PAKAI MATA DAN JANGAN PURA-PURA BUTA
LIHATLAH DENGAN MATA HATI KITA
CUKUP PEDIH KAMI MEMERAS KERINGAT SAUDARA KAMI DAN SAUDARI KAMI MATI DISANA ..
DAN DARAHNYA BERTERIAK MEMOHON TAPI APA KERJA KITA ? ?
MEREKA DIHUKUM MATI DALAM KESALAHAN KECIL
MANA BERLAKU UNTUK MEREKA DISINI
BUKANKAH INI SURGA KITA
MALASYIA MELAKUKAN KESEMENAAN TERHADAP SAUDARA KITA MENCAMBUK BAHKAN MEMANCUNG SADIS..ARAB SAUDI PUN MENCABUT KEPALA ORANG-ORANG KITA
MASIH BUTA KAH MATAMUUUUUUU PEMIMPINKU
DENGAN APA KAH KITA SADAR
APA DENGAN SUNAMI MENAMPAR WAJAHMU SEPERTI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA
ATAU DENGAN PEPERANGAN DENGAN RAKYAT MISKIN YANG BERTERIAK MEMINTA-MINTA BLT
ATAU KEBIADABAN JAMAN BAGI KITA
MENGAPA KAU JADIKAN NERAKA BAGI KAMI DAN SURGA BAGI SANG KORUPTOR
HUKUM MATI MEREKA BUAT KAMI
BUKANKAH PENGHIANAT ITU BERSAUDARA YANG MENGAKU BERTANAH AIR SATU..BERBANGSA SATU DAN BERBAHASA SATU
MENGAPA SAYAP SANG GARUDAKU TAK SEPERTI SEMULA TERBANG MENGITARI NUSANTARA
MENGAPA SAYAP SANG GARUDAKU TAK MEMBAWA KAMI TERBANG DALAM PERTANIAN YANG SUBUR DALAM HASIL LAUT DAN PERTAMBANGAN YANG KAYA
MENGAPA BUKAN KAMI YANG MENIKMATI
KAMI HANYA MENJADI BURUH DAN BUDAK DINEGERI SENDIRI
MENGAPA SAYAP SANG GARUDAKU TAK MEMBERIKAN KITA KEBAHAGIAAN KEPADA KAMI
KAMI TIDAK BUTUH PEMPIMPIN YANG PINTAR
KAMI TIDAK BUTUH PEMPIMPIN YANG PANDAI BERDUSTA
PINTAR BERPOLITIK
PINTAR BERSIDANG
PINTAR MENGADILI
KAMI BUTUH PEMIMPIN YANG MENGHARGAI KEBENARAN DAN MEMBAWA KAMI TERBANG TERSENYUM BERSAMA
BERANI JUJUR BERANI MATI karya : TEMMY AMARDI
Jam Dinding Ku Telah Berhenti Lagi
Ku Lihat Langit pun Tersipu malu melihat kesombongan Negeriku
Gertak gigi Gertak Politik menyambar keringat jalanan
Buas Menerkam tiada Henti Bernyawa detak bersahut debu belantara
Alam tamparlah Negeriku kesombonganya sudah berbisa membunuh Sahabat negeriKu
Inilah orde baru kita berpesta dalam kemaksiatan berdansa dalam
Jeritan dan pasungan
Apa Hati Pemerintahku menghitam ?
Apa itu ideologi berbangsa ?
Apa itu Sumpah Pejabat dalam tiap Fraksi ?
Apa itu Ikrar Janji politik yang mengabdi ?
Tumpukan sampah semakin busuk semakin tercium dalam wadah negeriku
Bangsaku dan negeriku jerami yang rapuh terbakar keserahkahan
Dari Jakarta sampai pelosok papua tercium Korupsi.kolusi,nepotisme tiada henti
Anjingpun sembari terkencing dalam warta tiap hari
Tak ubah seperti kubangan babi dalam politik negeri
Cina pun tertawa,malasyia pun tertawa negara lain pun bertepuk tangan
Mengapa Kamu petinggiku bermulut gula menampar sampah kepada kami
Terhormat itukah dirimu dengan jaguar dan kemewahan ?
Sungguh naif bangsaku
Bercerminlah BERANI JUJUR BERANI MATI
Pengal lah penghianat itu untuk kami rajam lah koruptor bagi kami
Bukankah mereka sama dengan maling dan penjambret
oooo..ooo ada apa mungkin berbeda kelas ya...
Inikah ingkarnasi petinggiku anak kecil pun seakan tak bermoral
mengumbar aurat tanpa malu
Inilah bangsaku dalam balutan kebebalan dalam tumpukan keserahkahan
Cacing dibumiku berkumpul dalam otak sahabat pemimpinku
dari RT,RW,LURAH,CAMAT,SAMPAI TERTINGGI BERANI JUJUR BERANI MATI
atau hanya slogan kampanye
haaa....haaaaa...haaa
anak koteka pun tertawa biar telanjang hargai hidup jujur walau lapar dan makan seadanya
ya kakak biar lapar yang penting tidak mencuri
mereka pun tahu malu
Kamis, 28 Februari 2013
INDONESIAKU DALAM BENALU JATI karya : Temmy Amardi
INDONESIAKU DALAM BENALU JATI
karya : Temmy Amardi
Inikah Indonesiaku
Kaya hati dan kaya harta
Kaya dalam lingkaran kepintaran apa kebodohan
Menjerit dalam tawa Negara berhutang
Pintar mengabdi bagai benalu pohon jati
Lihatlah pesundalan pejabat negeri ini
Mengumbar kemaluannya untuk menipu negeri ini
Membual dalam Kerongkongan Pengabdian
Sehari kerja sebulan Gaji
Apa Kaum Bangsaku sudah tidak punya rasa malu
Mengumbar dalam mesum politik bertameng penderitaan
Hempaslah aku dalam permainan hidup
Mencari bukan mencuri
Bukan pula korupsi
Edi tansil punya seribu kaki bagiku nasi mencari seribu hati
Ada yang bersusah payah mati akan makanan
Dalam mangkok bukan pingan
Periuk keramik bahkan daun menjadi saksi
Makanan ku pun jadi tahi lihatlah primitif saudara kita
aku kamu hanya bisa mencaci bahkan memaki
Bukan memberi solusi
Jatah beras miskin pun diperjual belikan
Jatah pertanian bagi mereka pun terkekang
Jatah pendidikan pun tersunat
Ini potret kita yang tidak punya malu
Gembar gembor dalam pemilu tetapi tetap sama
Dalam sandiwara pemain dan sebangsa
Kamis, 11 Agustus 2011
Ghost in Love (Jagwimo, 1999)
Ghost in Love (Jagwimo, 1999)
Lee Kwang-Hun
Korea
126 min, color, Korean (English subtitles)
Review © 2001 Branislav L. Slantchev
What would you do if your fiancee dropped you like a bad habit for the promising relationship with his boss' daughter? Would you take revenge on the three bikers who raped you in front of your boyfriend? How far would you be prepared to go? Would you be ready to sacrifice your soul? October 1, 2001.
Content updated Mon, Nov 02, 2009 and copyrighted © 2001-2009 by harusameSign the guest book or participate in the
A CurtainUp Review Bloody Poetry
A CurtainUp Review
Bloody Poetry
By Elyse Sommer
| I think the theatre's a real bear pit. It's ot the place for reasoned discussion. It is the place for really savage insights ---Howard Brenton |
British playwright Howard Brenton's Bloody Poetry, a factional drama about two immortals of the Romantic Age, Lord Byron and Percy Bysshe Shelley, and the women they loved (and abused), has been given an exquisitely simple staging by Synapse Productions. Scenic designer Adrian W. Jones takes us from Switzerland to England and Italy with a bare, angled wooden platform on which just a few ropes can evoke a picture of two men on a storm-tossed boat. An evocatively lit painted background reminiscent of a Turner landscape, lovely, period perfect costumes and atmospheric sound effects and music further enhance the visual pleasures. Although director David Travis has not prevented Brenton's script from rambling off in too many directions and with allusions to events and figures not likely to be familiar to American audiences, it is nevertheless an interesting mix of social commentary and historic romance.
Brenton presents Shelley and Byron as the sort of outrageous celebrities one would today find on the cover of tabloid magazines. Both poets defied coventionl and as the play shows their pursuit of free love (a term coined by Byron) was hardly heroic when judged in terms of the pain caused to wives, lovers and children. By the time we meet the men and their mistresses, they have self-exiled themselves on the shores of Lake Geneva. Shelley has become a notorious atheist (according to his biography the twenty-four-year-old Shelley came to his notoriety by virtue of an incindiery pamphlet "The Necessity of Atheism" and a visit to Ireland where, filled with revolutionary ardor, he addressed the Irish parliament). Robert Southey, who is mentioned several times, was also a poet but one who became a staunch Tory and had pronounced Shelley to be a "base, bad man", dangerous to know despite his genius. The older, hard-drinking, bi-sexual Lord Byron has been dubbed "the brat aristocrat" and voluntarily separated from his wife and England to escape gossip about his incestuous relationship with his half-sister.
The get-together of the poets and their paramours -- Mary, the future Mrs. Shelley, and her stepsister Claire -- sends conversational sparks flying. Poetry, revolution and sexual freedom are discussed, names also in the news are dropped (e.g. poet-critic Leigh Hunt and the aforementioned Robert Southey). But while there are numerous issue-related monologue and duologues, there is also the drama of the ever more knotty tangles that bring bitter consequences for these practitioners of unbridled love.
Claire, the romantic tells us "I lifted my skirt for the good of English poetry " only to find herself abandoned by Byron who grandiosely dismisses his behavior with "My abuse is a gift. It will enrich your diary". Worse still he eventually removes the child of their union from her custody, placing her in a convent where she dies at age five. Shelley's first wife Harriet drowns herself and haunts him and Mary for the rest of the play and to add yet another development, Shelley and Claire, who lives with him and Mary after Byron's desertion, put his belief in free love to yet another test.
The cast of six brings the assorted portraits from the past to life with the competence that one has come to expect from this company. Adrianne Dreiss stands out as Mary. Her constant voice of reason in the face of Shelley's (Erik Steele) incessantly idealistic talk is especially revelatory in a scene at the top of the second act when she proposes marriage as he weeps and wails about his wife's suicide. Though it's not part of her story in this play, Mary was to become even more famous than her husband with her creation of Frankenstein (the classic icon of gothic literature was in fact borne during a story writing contest proposed by Byron during a stormy summer evening).
Among the disappointments in the performances is Adrian La Tourelle's tendency to be more belligerently Napoleonic than Byronic and Michelle Federer's ghostly Harriet who could use a little more of the manic fire of the wife in the attic of Jane Eyre. On the other hand, Omar Metwally adds a nice touch of sly nastiness as Polidori, who was in fact Byron's physician but who here serves as a paparazzi style narrator who disdains but also envies these convention defying creative geniuses.
As Mary Shelley became famous in her own right, Byron's estranged wife was an heiress and mathematician whom you may recall as a character in Tom Stoppard's Arcadia. That splendid play is now old enough to fit the Synapse mission of "distinctive productions of classic theater". It might be an apt future undertaking for the company.
Bloody Poetry
Written by Howard Brenton
Directed by David Travis
Cast: Adrian LaTourelle, Erik Steele, Adrienne Dreiss, Lael Logan, Omar Metwally and Michelle Federer.
Set Design: Adrian W. Jones
Costume Design: Katherine Hampton
Lighting Design: Thomas Dunn
Sound Design: Jane Shaw
Additional music: Michael Friedman Running Time: 2 hours plus one 10-minute intermission
Set Design: Adrian W. Jones
Costume Design: Katherine Hampton
Lighting Design: Thomas Dunn
Sound Design: Jane Shaw
Additional music: Michael Friedman Running Time: 2 hours plus one 10-minute intermission
Selasa, 12 Juli 2011
10 Hal yang Tak Terbeli dengan Uang
Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
1. Waktu

Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mungkin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.
2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.
3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.
4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.
5. Penerimaan/Persahabatan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk membiayai perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.
7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.
8. Bakat

Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
9. Sikap yang baik

Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap seseorang.
10. Kedamaian

Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.
Bonus : Surga

1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mungkin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.
2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.
3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.
4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.
5. Penerimaan/Persahabatan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk membiayai perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.
7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.
8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap seseorang.
10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.
Bonus : Surga
Apabila surga bisa dibeli dengan uang, maka orang akan berlomba-lomba berbuat dosa dan maksiat
Minggu, 24 April 2011
HUJAN DARI HAMIDA .. Original By: Cobra Sweat Matoa ° (Sastra Amardi)

HUJAN DARI HAMIDA .. Original By: Cobra Sweat Matoa ° (Sastra Amardi)
Tidak ada yang benar-benar tahu Apa yang terjadi di luar sana
Bidang hamparan biru dan hijau
Tidak ada yang benar-benar tahu
Seberapa sering Air mata menangis Dan mengapa menangis
Hujan saat basahan menyirami kendaraan kita Tidak ada yang benar-benar tahu
Mengapa burung terbang Dan mati Begitu cepat untuk siapa dan mengapa
bukan untuk siapa hati bertindak seperti ini.
Tidak peduli apa yang cinta katakan atau apakah saya selalu akan mencintaimu ?
Dalam hati bertanya kaulah cinta yang indah
ketika kita menjerit atau berteriak.
ketika kita menjerit atau berteriak.
Rasa tak henti berharap dalam cerita tapi aku mengerti di segala macam cara.
Aku mencintaimu karena itulah kamu, saya duduk di sini dan bertanya-tanya siapa kamu berpikir Hujan Cinta dari Hamida
bukan untuk bertindak seperti. Tidak peduli apa yang Cinta katakan atau apakah saya akan selalu cinta padamu. Tidak ada yang benar-benar tahu Mengapa imajinasi hanya dapat digenggam Dalam mimpi Dan kata-kata
untuk siapa Saya Ada,
bukan untuk siapa Saya bertindak seperti ini.
Tidak peduli apa yang Saya katakan atau apakah saya selalu akan mencintaimu. Dalam hati saya bahwa ada satu hujan terindah
Saya berharap Hujan Cinta dari Hamida
bagian yang tidak dilakukan.
Saya suka ketika Cinta membawa saya keluar.
bukan untuk siapa Saya bertindak seperti. Tidak peduli apa yang Saya katakan atau apakah saya akan
Aku duduk di sini berpikir sendirian di hujan, memikirkan kesedihan saya, penderitaan, dan rasa sakit. selalu memikirkan cinta untukmu. Tidak ada yang benar-benar tahu Mengapa nafsu lebih persuasif dari pada cinta Mengapa laki-laki lebih kuat Dan perempuan lebih lembut

seperti langit menangis dan saya juga, memikirkan bagaimana aku hilang
Aku rindu pelukan dan sentuhan lembut, dan bilang kau peduli padaku begitu banyak
Saya berharap Hujan Cinta dari Hamida .
Saat aku duduk di sini menonton gulungan badai ombak,
semua yang saya pikirkan adalah dirimu
, dan bagaimana Mimpi pergi.
Ketika saya melihat awan gelap di atas,
Aku duduk di sini dan bertanya-tanya siapa Saya berharap Hujan Cinta dari Hamida
HUJAN DARI HAMIDA.. Original By: Cobra Sweat Matoa ° (Sastra Amardi)
Aku benci
ketika kita menjerit atau berteriak.
ketika kita menjerit atau berteriak.
Cinta bertindak bodoh dengan apa yang Cinta katakan tapi aku mengerti di segala macam cara.
Aku mencintaimu ,
Aku duduk di sini dan bertanya-tanya siapa Saya berharap Hujan Cinta dari Hamida bukan untuk siapa Saya bertindak seperti. Tidak peduli apa yang Saya katakan atau apakah saya akan
Aku duduk di sini berpikir sendirian di hujan, memikirkan kesedihan saya, penderitaan, dan rasa sakit. selalu memikirkan cinta untukmu. Tidak ada yang benar-benar tahu Mengapa nafsu lebih persuasif dari pada cinta Mengapa laki-laki lebih kuat Dan perempuan lebih lembut

seperti langit menangis dan saya juga, memikirkan bagaimana aku hilang
Aku rindu pelukan dan sentuhan lembut, dan bilang kau peduli padaku begitu banyak
Saya berharap Hujan Cinta dari Hamida .
Saat aku duduk di sini menonton gulungan badai ombak,
semua yang saya pikirkan adalah dirimu
, dan bagaimana Mimpi pergi.
Ketika saya melihat awan gelap di atas,
Aku duduk di sini dan bertanya-tanya siapa Saya berharap Hujan Cinta dari Hamida
HUJAN DARI HAMIDA.. Original By: Cobra Sweat Matoa ° (Sastra Amardi)
RAIN FROM HAMIDA .. Original By : Cobra Sweat Matoa ° (Sastra Amardi)
RAIN FROM HAMIDA
..
Original By : Cobra Sweat Matoa ° (Sastra Amardi)
No one really knows
What goes on beyond
The sphere of blue and green
No one really knows
How often you cry
And why
It rains when you wash your car
No one really knows
Why the hummingbird flies
And dies
So soon
for who you are,
not for who you act like.
No matter what you say or do I will always love you.
In my heart your that special one.
when we scream or shout.
You act foolish with what you say
but I understand in all kinds of ways.
I love you for who you are,I sit here and wonder whom you’re thinking Love Rain from Hamida
not for who you act like.
No matter what you say or do I will
always love you.
No one really knows
Why imagination can only be grasped
In dreams
And words
for who you are,
not for who you act like.
No matter what you say or do I will always love you.
In my heart your that special one.
the part that isn't done. I love
when you bring me out. I hate
when we scream or shout.
You act foolish with what you say
but I understand in all kinds of ways.
I love you for who you are,
I sit here and wonder whom you’re thinking Love Rain from Hamida
not for who you act like.
No matter what you say or do I will
I sit here thinking alone in the rain,
thinking of my sorrow, misery, and pain.
always love you.
No one really knows
Why lust is more persuasive than love
Why men are stronger
And women are softer
No one really knows
Why lust is more persuasive than love
Why men are stronger
And women are softer
It’s like the sky is crying and I am too,
thinking of how I’m missing you.
I miss your hugs and gentle touch,
and the way you tell me you care for me so much.
As I sit here watching the storm roll on,
all I think about is you, and how you are gone.
As I look at the dark clouds above,
I sit here and wonder whom you’re thinking Love Rain from Hamida
all I think about is you, and how you are gone.
As I look at the dark clouds above,
I sit here and wonder whom you’re thinking Love Rain from Hamida
RAIN FROM HAMIDA
..
Original By : Cobra Sweat Matoa ° (Sastra Amardi)
INDONESIAN POETS ARTIS
Kamis, 03 Maret 2011
BELUM ADA JUDUL ( THE SCREAT OF LIFE COBRA IN ADVENTURE ) Karya : Temmy Amardi
BELUM ADA JUDUL
( THE SCREAT OF LIFE COBRA IN ADVENTURE )
Akulah Cobra Sweat Matoa
terlahir di Surabaya
menjelang mentari pagi
menjelajah dialam rimba
sampai ke Pelosok Ujung belantara Papua
Mengarungi Samudera membentang Cinta
Cobra Sweat Matoa itulah aku
Diriku bukan manusia sempurna..
cinta dan kelembutan
belaian roman itulah aku pasukan cobra..
sinar bercahaya menerangi hati dan penuh kelembutan
katakanlah wahai kata yang diam seribu bahasa
apakah maknamu bisa bermakna tanpa kata
apakah nilai kiasan kata itu dalam kamus sang pujangga..
bisakah warna itu terlihat indah
jika warna itu sendiri tampak memudar
wahai alam tersiar dedaunan Liar
...
Jayapura yang penuh pesona
beserakan Karena Cinta
Tertiup angin dibelantara hutan sampai kepenjuru surabaya Dan jakarta
seakan menyentuh dan mendapatkan kekasih bayangan
sebagai pupuk bagi tanah gersang dan tanaman organik
pesona semerbak ramai kota dalam gaya
ya indah mempesona memikat mata ... melangkah bersama para sahabat dalam cerita dipenjuru indonesia
berjalan menyelusuri keindahan wajah dalam rupa belaian roman pujangga
sungguh indahku nikmati hidup apa adanya
dalam kacamata sang pujangga
tertawa bersama
indahnya dunia cobra
romantis dan belaian roman
penuh kelembutan dan kesabaran
Cobra Sweat Matoa tersipu malu
iya diriku cobra bukan perayu
kugapai harapan yang baru
itulah keindahan akan hidup
ingin kuberbagi
hanya mimpi semanis matoa
itulah cinta dan kata makna
mawar terasa indah bila ia berwarna
cobra pujangga cinta semanis matoa
katakanlah wahai kata yang diam seribu bahasa
apakah maknamu bisa bermakna tanpa kata
apakah nilai kiasan kata itu dalam kamus sang pujangga..
bisakah warna itu terlihat indah jika warna itu sendiri
..
...hitam pun terasa indah jika terbias air dan berubah menjadi merah,kuning,jingga,abu-abu dan hitam bahkan biru
satu warna seribu makna
..dalam pena pujangga tak kan bermakna tanpa respon pembaca
ya ada waktu untuk saatnya bersedih
karena aku cobra sweat matoa
ada waktu tersenyum
Cobra Sweat Matoa itulah aku
Liar alam kan kutaklukan dibawah kakimu bunda
dan kupersembahkan semanis matoa kepadamu
BELUM ADA JUDUL ( THE SCREAT OF LIFE COBRA IN ADVENTURE )
Langganan:
Postingan (Atom)




















